TriSatya Pramuka

tri satya

Bukan hanya menghafal dan diucapkan saja. Sebagai pramuka, Tri Satya juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

Gerakan Pramuka adalah gerakan yang dicetus pertama kali oleh Lord Baden Powell hingga bisa berkembang ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Melalui bukunya yang perjudul “Scouting for Boys” dan buku-buku selanjutnya, ia kemudian ditetapkan menjadi Bapak Pandu Sedunia.

Gerakan Pramuka di Indonesia pertama kali diresmikan pada tanggal 14 Agustus 1961 melalui Keppres No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka. Meski begitu, sebelum kemerdekaan, tepatnya tahun 1916 di Indonesia sudah berdiri banyak gerakan pramuka.

Saat itu berbagai upaya dilakukan tokoh-tokoh pendiri pramuka saat masa penjajahan agar organisasi ini tetap berdiri dan mencetak banyak kader. Salah satu yang diingat adalah Soeprapto yang gugur oleh senjata Belanda pada tanggal 17 Agustus 1948 saat diadakan api unggun di halaman gedung Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Secara umum Gerakan Pramuka merupakan organisasi nonformal yang ada di tiap sekolah di Indonesia dengan maksud menyelenggarakan pendidikan kepanduan. Sebelum bernama pramuka, pada awal kedatangannya gerakan ini bernama Padvinders lalu diubah oleh K.H. Agus Salim menjadi Pandu atau Kepanduan.

Tokoh pendiri Gerakan Pramuka di Indonesia adalah Sultan Hamengkubuwono IX. Ia yang mencetuskan nama Pramuka, diambil dari kata “Poromuko” yang artinya pasukan garis depan dalam peperangan. Namun saat ini sudah berubah mengikuti zaman menjadi “Praja Muda Karana” yang berarti “Jiwa Muda yang Suka Berkarya.”

Pramuka di Era Sekarang

Sejak didirikan pertama kali, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka silih berganti hingga saat ini. Ketua Kwartir Pramuka atau yang biasa disebut Ka Kwarnas adalah sebutan untuk ketua Gerakan Pramuka yang mengemban tugas sebagai ketua pengurus Gerakan Pramuka. Dipilih berdasarkan Munas lalu dilantik oleh Presidium Pimpinan Munas.

Dimulai dari kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX (1961 – 1974), lalu Letjen (Purn) M. Sarbini (1974 – 1978), Letjen (Purn) Mashudi (1978 – 1993), Letjen (Purn) Himawan Soetanto (1993 – 1998), Letjen (Purn) Rivai Harahap (1998 – 2003), Prof. Dr. Azrul Azwar, MPH (2003 – 2013), Adhyaksa Dault (2013 – 2018) dan terakhir Komjen, Pol. (Purn) Drs. Budi Waseso.

Teks Tri Satya Pramuka

teks trisayta pramuka
teks trisayta pramuka

Hingga saat ini Gerakan Pramuka terus berkembang mencetak generasi-generasi muda yang berwawasan luas dan memiliki integritas tinggi. Hal itu tidak lepas dari ajaran-ajaran di dalamnya yang harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah Tri Satya Pramuka.

Selain Dasa Darma Pramuka, seorang pramuka juga harus mengamalkan Tri Satya Pramuka. Apa itu Tri Satya Pramuka? Tri Satya adalah sebuah janji sebagai seorang pramuka yang harus diikrarkan dan diamalkan. Diambil dari kata Tri berarti tiga, dan Satya berarti kesetiaan. Jadi Tri Satya adalah janji kesetiaan sebagai seorang pramuka.

Berikut ini adalah isi dari Tri Satya Pramuka:

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

  1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjalankan Pancasila,
  2. Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat,
  3. Menepati Dasa Dharma.

Dari Tri Satya tersebut, pramuka memiliki 6 kewajiban yang harus diamalkan dalam setiap langkah kehidupan. Berikut ini di antaranya:

  1. Tuhan
  2. Setiap pramuka memiliki kewajiban untuk patuh kepada Tuhan yang Maha Esa. Artinya menjadi pramuka bukan alasan untuk tidak menaati aturan agama. Bahkan sebaliknya, Gerakan Pramuka membuat anggotanya menjadi semakin dekat pada tuhan.

  3. Negara Kesatuan Republik Indonesia
  4. Setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan taat pada hukum dan aturan-aturan yang berlaku. Baik itu sebagai pramuka, pejabat atau masyarakat, setia dengan turut menjaga kesatuan adalah hal yang wajib.

  5. Pancasila
  6. Setiap pada nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini ada banyak mac

  7. Sesama makhluk hidup
  8. Menghargai setiap makhluk hidup, baik manusia, hewan, dan tumbuhan. Semuanya mempunyai hak yang sama untuk hidup memiliki hidup yang layak.

  9. Masyarakat
  10. Menjadi pribadi yang baik di tengah masyarakat dengan turut andil dalam membantu kepentingan masyarakat sekitar dan mereka yang membutuhkan.

  11. Dasa Dharma
  12. Terakhir, Dasa Dharma bukan hanya diucap di bibir saja tapi juga harus diamalkan seutuhnya.

Contoh TriSatya Dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh TriSatya Dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh TriSatya Dalam Kehidupan Sehari-hari

Pramuka begitu banyak mengajarkan hal baik yang lebih mengacu pada norma dan aturan dalam kehidupan bermasayarakat. Menjadi seorang pramuka sejati bukanlah sesuatu yang sulit, karena hal-hal tersebut sangat dekat dan bisa dilakukan oleh siapa saja. berikut ini beberapa contoh Tri Satya dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Beribadah dan berdoa berdasarkan keyakinan yang dianut masing-masing
  2. Menjauhi larangan dan mematuhi setiap aturan yang ditetapkan oleh agama.
  3. Rutin bersilaturahmi dengan tetangga
  4. Peka terhadap hal-hal mencurigakan yang tejadi di lingkungan sekitar
  5. Ikut ambil bagian dalam upacara kemerdekaan Republik Indonesia
  6. Menolong orang yang membutuhkan tanpa mengharap balasan
  7. Berusaha untuk tidak mengganggu privasi atau menyusahkan orang lain
  8. Penyabar dan ikhlas
  9. Tidak melakukan penebangan dan perburuan liar
  10. Mencegah penebangan dan perburuan liar.
  11. Membuang sampah pada tempatnya dan memperingatkan mereka yang membuang sampah sembarangan
  12. Memiliki hati yang bersih

Kalau diulas lebih jauh, sebenarnya ada banyak contoh Tri Satya Pramuka yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh yang telah disebutkan adalah langkah kecilnya. Langkah kecil yang akan menjadi besar jika dikerjakan sungguh-sungguh.

Itulah Tri Satya Pramuka beserta penjelasan, makna, dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu banyaknya hal baik yang diajarkan, sudah seharusnya pramuka menjadi contoh suri teladan di tengah masyarakat sehingga perpecahan dan berbagai konflik di tengah masyarakat bisa dinetralisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *