Sejarah Pramuka

Sejarah pramukaTernyata jauh sebelum hari kemerdekaan, di Indonesia Gerakan Pramuka telah ada. Tepatnya pada tahun 1916.

Praja Muda Karana (Pramuka) atau yang dalam bahasa inggris disebut Scoutt adalah salah satu organisasi pendidikan nonformal yang tidak lepas dari gagasan Baden Powell, Bapak Pandu sedunia. Saat ini, Pramuka adalah ekstrakurikuler yang wajib ada di semua sekolah di Indonesia. Telah ada sejak abad 20, namun baru diresmikan di Indonesia tahun 1961.

Hingga saat ini, pramuka telah melahirkan berbagai generasi muda. Bagaimana sebenarnya sejarah Pramuka di dunia dan perkembangannya hingga sampai ke Indonesia? Pasti banyak yang penasaran. Yuk kita bahas sama-sama.

Sejarah Pramuka

Sejarah Pramuka Dunia

Baden Powell adalah seorang yang memprakarsai lahirnya gerakan pramuka di dunia. Gerakan ini dimulai sejak ia menulis buku “Scouting for Boys” yang bercerita tentang prinsip dasar kepramukaan pada tahun 1908. Sejak saat itu gerakan pramuka kian berkembang di Inggris dan menyebar ke seluruh dunia.

Sebelumnya, gerakan ini hanya didominasi oleh kaum adam. Namun hal itu sudah terhenti sejak adik perempuan Baden Powell, yaitu Agnes ikut andil. Ia mendirikan sebuah organisasi pramuka perempuan pertama bernama Girls Guides. Organisasi ini lalu dilanjutkan oleh istri Baden Powell.

Gerakan pramuka di dunia terus berkembang. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya organisasi pramuka untuk usia siaga yang bernama CUB atau anak serigala pada tahun 1916. Serta dilengkapi dengan buku panduan kegiatan pramuka merujuk pada buku The Jungle Book. Selanjutnya pada tahun 1918, Baden Powell kembali mendirikan ‘Rover Scout’ untuk kelompok remaja dengan usia 17 tahun.

Pada tahun 1920, tepatnya tanggal 30 Juli – 8 Agustus diadakan Jambore pertama di dunia. diadakan di Olympia Hall, London dan dihadiri sedikitnya 8000 anggota dari 34 negara. Pada saat itu pula Baden Powell secara resmi dinobatkan sebagai Bapak Pandu Sedunia.

Kemudian dibentuk Dewan Internasional Organisasi Pramuka yang beranggotakan 9 orang pada tahun yang sama. Kota London kemudian ditetapkan sebagai kantor kesektariat Pramuka sedunia, yang selanjutnya berpindah ke kota Ottawa, lalu Kanada pada tahun 1958 kemudian ke Geneva, Swiss di 1968.

Organisasi Pramuka di seluruh dunia terus berkembang. Lalu pada tahun 1922 Baden Powell kembali menerbitkan buku berjudul “Rovering to Success”. Buku yang semakin menginspirasi gerakan pramuka di seluruh dunia.

Bapak Pandu Pramuka Sedunia

bapak pandu pramuka sedunia
Baden Powell, bapak pandu pramuka sedunia

BIOGRAFI BAPAK PANDU SEDUNIA:

  • Nama Lengkap : Robert Stephenson Smyth Baden-Powell.
  • Nama Panggilan : BP, bipi atau Lord Baden Powell.
  • Nama Kecil : Robert Stephenson Smyth Powell.
  • Tempat / Tanggal Lahir : London Inggris, 22 Februari 1857.
  • Pekerjaan : Tentara Britania
  • Lama dinas : 1876 sampai 1910
  • Pangkat : Letnan Jenderal
  • Wafat : Nyeri, Kenya 8 Januari 1941.
  • Nama Ayah : Prof. Domine Baden Powell.
  • Nama Ibu : Miss Henrietta Grace Smyth.
  • Nama Saudara : Warrington, George, Augustus, Frank, Penrose, Agnes, Henrietta, Jessie dan Baden Fletcher.
  • Nama Istri : Olave St.Clair Soames ( Lady Baden Powell ).
  • Nama Anak : Peter, Heather dan Betty.
  • Buku Buku Karya BP : Scouting For Boys, Aids To Scouting, Rovering to Success dsb.
  • Penghargaan : Ashanti Star (1895), Metabele Campaign (1897), South African War Queens (1899), South African War Kings (1901), Companion Order of yhe Batc (1900),dsb.

Sejarah Singkat Baden Powell

Baden Powell merupakan tentara inggris yang berpangkat letnan jendral sekaligus penulis buku the Boy Scouts pada tahun 1908, Beliau lahir di london inggris pada 22 Februari 1857.

Baden Powell berkarier didunia militer sebagai tentara Inggris selama puluhan tahun. Beliau juga berhasil menjadi pemimpin pada usia muda saat berumur 26 tahun, Beliau menduduki posisi 2 teratas pada ujian tentara.

Selam berkarier didunia militer, Baden Powell telah pergi kebanyak negara seperti Jerman, Rusia dan Austria hal ini karena ia bekerja sebagai mata-mata yang mengharuskan ia belajar mengenai kemajuan dunia teknologi dan militer terbaru saat itu.

Ditahun 1910, Baden Powell memutuskan untuk mengundurkan diri dari Angkatan Darat Militer Inggris untuk menjadi ketua Komite Pelaksana Gerakan Kepanduan.

Baden Powell melakukan promosi gerakan pramuka secara luas dengan melakukan perjalanan ke berbagai negara seperti Amerika Selatan, Rusia, Kanada, dan Hindia Barat. Selain aktif di lapangan, Baden Powell merupakan seorang penulis.

Pada tahun 1912, Baden-Powell menikah dengan wanita cantik yang bernama Olave St. Clair Soames (Lady Baden-Powell) yang kemudian mereka dikaruniai 3 orang anak yaitu Peter, Heather dan Betty.

Beliau menghabiskan masa tuanya di kota Nyeri, Kenya. Dan wafat di tanggal 8 Januari 1941 dan dimakamkan di pemakaman St. Peter di kota tersebut.

 Sejarah Pramuka Indonesia
pixabay

Sejarah Pramuka Indonesia

Pertama kalinya pramuka masuk ke Indonesia adalah karena campur tangan Belanda saat masih menjajah Indonesia. Saat itu, sebuah gagasan Baden Powell yang dirangkum dalam bukunya yang berjudul “Scouting for Boys” menyebar ke berbagai negara, termasuk Belanda. Dari penjajah kemudian pramuka masuk ke Indonesia dan dikenal hingga saat ini.

Sejarah Pramuka Indonesia Masa Penjajahan Belanda

Pada masa itu tepatnya tahun 1916, Belanda mendidirikan sebuah organisasi yang bernama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging). Dalam bahasa Indonesia, organisasi tersebut dikenal dengan sebutan Persatuan Pandu-pandu Hindia Belanda.

Tokoh-tokoh gerakan nasional juga tidak ingin kalah, mereka pun mendirikan Padvinders (Pandu) yang didirikan khusus untuk anak bangsa.
Setelah itu muncul lebih banyak lagi Padvinders Indonesia, seperti:

  • JJP (Jong Java Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery);
  • NATIPIJ (Nationale Islamftsche Padvinderzj);
  • Padvinders Muhammadiyah yang kemudian berganti nama menjadi Hizbul Wathan atau HW;
  • dan JPO (Javaanse Padvinders Orgcmizatie).

Padvinders merupakan istilah organisasi pramuka dari Negeri Kincir Angin yang diterapkan di Indonesia. Namun organisasi yang didirikan oleh tokoh gerakan nasional tersebut mendapat larangan dari Belanda. Karena hal itu, oleh salah satu tokoh nasional, K.H Agus Salim istilahnya diganti dengan Kepanduan atau Pandu.

Meski baru diresmikan tahun 1961, Gerakan Pramuka di Indonesia telah ada sejak zaman kolonial. Itu terbukti dari beberapa organisasi kepanduan yang lahir sebelum Sumpah Pemuda. Setelah peristiwa Sumpah Pemuda, banyak gerakan organisasi kepanduan yang melebur dan menjadi semakin kuat .

Beberapa yang melebur adalah:

  • PK (Pandu Kesultanan)
  • PPS (Pandu Pemuda Sumatera)
  • dan IPO

Ketiga gerakan tersebut bersatu membentuk KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia) pada tahun 1930.

Karena banyaknya gerakan kepanduan, maka tahun 1931 terbentuklah PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia) yang menjadi cikal bakal BPPKI.

Selanjutnya, untuk mengobarkan rasa kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) berencana menggelar All Indonesian Jamboree yang mendapat hadangan dari Belanda. Panitia pelaksana tentu tidak tinggal diam, berbagai perubahan dilakukan sehingga kegiatan dapat tetap terlaksanan.

Setelah melalui pertimbangan, diputuskan nama kegiatannya adalah PERKINO (Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem) yang diselenggarakan mulai tanggal 19 – 23 Juli 1941 di Yogyakarta. Hal ini yang kemudian menjadi sejarah awal lahirnya kegiatan Jambore yang kita kenal saat ini.

Sejarah Pramuka Indonesia Masa Penjajahan Jepang

Pada masa penjajahan Jepang juga sama, Jepang yang mengaku-ngaku sebagai “pelindung Asia, pemimpin Asia serta cahaya Asia”, melarang adanya partai dan organisasi rakyat.

Termasuk gerakan kepanduan. Tidak hanya gerakan kepanduan, Jepang juga melarang seluruh gerakan dari rakyat Indonesia karena dianggap dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan. Namun para tokoh tidak patah arang, PERKINDO II berhasil digelar.

Sejarah Pramuka Indonesia Zaman Kemerdekaan

Sekitar 30 hari setelah Proklamasi RI, para tokoh kepanduan mengadakan pertemuan di Yogyakarta. Mereka berembuk dan kemudian memutuskan pembentukan Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia.

Tugas panitia tersebut yakni menggelar Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia. Kongres itu kemudian secara resmi diadakan tanggal 27 – 29 Desember 1945.

Hasil dari kongres yang diadakan di Solo ini adalah terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia, satu-satunya organisasi kepanduan yang diakui pemerintah. Disahkan dua tahun kemudian melalui keputusan Menteri Pengajaran pada tanggal 1 Februari 1947.

Namun dalam perkembangannya keputusan tersebut dianulir, digantikan oleh keputusan Menteri Pengajaran no. 23441/Kab, tanggal 6 September 1951. Hal ini disebabkan semakin banyaknya organisasi kepanduan yang berdiri, termasuk kembali hidupnya beberapa organisasi di era Perang Dunia ke-2.

10 hari setelah keputusan itu lahir diputuskan Ikatan Pandu Indonesia atau disingkat IPINDO sebagai federasi. Dua tahun setelahnya IPINDO berhasil menjadi anggota kepanduan dunia. Selain IPINDO berdiri pula PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia) dan POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia). Ketiganya adalah federasi utama yang diakui di Indonesia.

Sejak saat itu berbagai organisasi kepanduan bermunculan. Bahkan, sedikitnya ada 100 organisasi kepanduan yang berdiri di Indonesia pada awal tahun 1960 dan terus bertambah. Berbagai peristiwa kemudian membuat dilahirkannya Keppres No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka.

Sejak saat itu gerakan Pramuka menjadi satu-satunya badan yang menaungi semua kegiatan kepramukaan di Indonesia. Bertujuan untuk mencegah gerakan lain yang bertentangan dengan nilai-nilai kemerdekaan. 14 Agustus 1961 kemudian ditetapkan secara resmi sebagai hari Pramuka.

Bapak Pandu Pramuka Indonesia

bapak pandu pramuka indonesia

BIOGRAFI BAPAK PANDU PRAMUKA INDONESIA:

  • Nama Lengkap : Sri Sultan Hamengkubuwono IX
  • Agama : Islam
  • Tempat Lahir : Yogyakarta, Hindia Belanda (Ngayogyakarta Hadiningrat)
  • Tanggal Lahir : Jumat, 12 April 1912
  • Karir :
  • Kepala dan Gubernur Militer Daerah Istimewa Yogyakarta (1945)
  • Menteri Negara pada Kabinet Sjahrir III (2 Oktober 1946 – 27 Juni 1947)
  • Menteri Negara pada Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II (3 Juli 1947 – 11 November 1947 dan 11 November 1947 – 28 Januari 1948)
  • Menteri Negara pada Kabinet Hatta I (29 Januari 1948 – 4 Agustus 1949)
  • Menteri Pertahanan/Koordinator Keamanan Dalam Negeri pada Kabinet Hatta II (4 Agustus 1949 – 20 Desember 1949)
  • Menteri Pertahanan pada masa RIS (20 Desember 1949 – 6 September 1950)
  • Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Natsir (6 September 1950 – 27 April 1951)
  • Ketua Dewan Kurator Universitas Gajah Mada Yogyakarta (1951)
  • Ketua Dewan Pariwisata Indonesia (1956)
  • Ketua Sidang ke 4 ECAFE (Economic Commision for Asia and the Far East) dan Ketua Pertemuan Regional ke 11 Panitia Konsultatif Colombo Plan (1957)
  • Ketua Federasi ASEAN Games (1958)
  • Menteri/Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (5 Juli 1959)
  • Ketua Delegasi Indonesia dalam pertemuan PBB tentang Perjalanan dan Pariwisata (1963)
  • Menteri Koordinator Pembangunan (21 Februari 1966)
  • Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi 11 (Maret 1966)
  • Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1968)
  • Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia/KONI (1968)
  • Ketua Delegasi Indonesia di Konferensi Pasific Area Travel Association (PATA) di California, Amerika Serikat (1968)
  • Wakil Presiden Indonesia (25 Maret 1973 – 23 Maret 1978)

Sri Sultan Hamengku Buwono IX merupakan tokoh pramuka yang tidak perlu diragukan perjuangannya dalam pembentukan Gerakan Pramuka. Beliau merupakan penerima Panji Gerakan Pramuka saat pertama kali diserahkan oleh Presiden RI Ir. Soekarno di 14 Agustus 1961.

Sri Sultan Hamengku Buwono IX merupakan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang pertama kali. Bahkan beliau menjabat ketua Kwarnas pramuka sampai empat periode berturut-turut, mulai dari periode 1961-1963, 1963-1967, 1967-1970 dan 1970-1974.

Jasa beliau tidak hanya diakui di dalam negeri tetapi juga dari luar negri. Adalah WOSM (World Organization of the Scout Movement) pada tahun 1973 menganugerahi beliau dengan Bronze Wolf Award, yang merupakan penghargaan tertinggi dan satu-satunya dari World Organization of the Scout Movement (WOSM) kepada mereka yang mempunyai jasa besar dalam pengembangan kepramukaan.

Kata ‘pramuka’ berasal dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX untuk memberi nama gerakan kepanduan di Indonesia. Kata pramuka ini berasal dari istilah “Poromuko” yang mempunayi arti pasukan terdepan dalam perang.

Atas jasa-jasa beliau tersebut, Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka di tahun 1988 yang berlangsung di kota Dili dulu Ibu kota Provinsi Timor Timur, mengangkat Sri Sultan Hamengkubuwana IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Pengangkatan ini tertuang dalam Surat Keputusan nomor 10/MUNAS/88 tentang Bapak Pramuka.

Tokoh Tokoh Pramuka

Nah, itulah sejarah Pramuka di Indonesia dan dunia. Ternyata ada perjuangan panjang yang mengiringi sehingga Pramuka bisa dikenal seperti sekarang.

2 Replies to “Sejarah Pramuka”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *